Forum ITB84

  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size
Home Rubrik Software Affiliate

Gala Premiere "Bahwa Cinta Itu Ada"

Article Index
Gala Premiere "Bahwa Cinta Itu Ada"
Komentar : Prasasti Utomo
Komentar : DS Pangestuti
All Pages

Selasa malam 3 Maret 2010, atas kebaikan hati Bayu Utomo (AR81), saya berkesempatan memperoleh undangan untuk menyaksikan gala premiere film Bahwa Cinta itu Ada – Gading-Gading Ganesha, di studio XXI PIM 2. Sesuai info yang saya terima, bahwa film akan mulai diputar pukul 20.00, maka pada jam 19.50 saya sudah menginjakkan kaki di depan pintu studio XXI. Saya tadinya berfikir, bahwa saya datang terlambat, dan akan langsung masuk ke studio bioskop. Namun di dalam sana ternyata terlihat cukup banyak rekan-rekan alumni ITB lain yang masih nampak bercengkerama di hall XXI. Setelah masuk dan bertanya kekiri-kanan, akhirnya saya baru sadar bahwa film baru akan mulai diputar jam 21.10. Alamakkk….., padahal sepanjang perjalanan dari kantor menuju PIM 2 tadi, saya sudah berusaha mengendarai mobil bak perally, supaya tidak terlambat datang.

Malam itu studio 1, 2 dan 3 sengaja ditutup untuk umum, dan hanya diperuntukkan bagi para undangan. Demikian juga dengan refreshment bar yang berada di sisi kanan ruangan, semua hidangan makanan dan minuman tersaji dengan gratis. Sambil menunggu dimulainya acara, saya sempat bercengkerama dengan rekan-rekan alumni lain, yang berbaur dengan para pemain film, crew, sponsor dan para undangan lainnya. Saya sempat bertemu dan melihat cukup banyak celebrity alumni yang hadir seperti : Betti Alisjahbana, Boyke Minarno, Hiramsyah T, Rinaldi Firmansyah, Yani Panigoro dan beberapa nama lain. Menjelang film akan diputar, Jero Wacik, yang nampaknya tidak mau dipusingkan dengan Century Gate juga nampak hadir.


Tepat pukul 21.10 pintu studio 1 dibuka, dan kami masuk ke dalam ruangan studio. Karena ini adalah gala premier, maka tentu saja tidak seperti kalau kita sedang menonton film biasa, lampu tidak langsung redup dan film tidak langsung diputar. Tetapi terlebih dahulu diawali dengan sedikit ceremonial dan sambutan berupa perkenalan kepada para pendukung acara (Ganesha Creative Industry) dan para crew film yang terlibat yang disampaikan oleh Suhono (executive producer) dan Sujiwo Tejo (sutradara). Sambutan puncaknya yang sekaligus meresmikan pemutaran film dilakukan oleh Jero Wacik. Tepat di saat-sata akhir pidatonya…, Aburizal Bakrie datang memasukki ruangan studio, dan akhirnya diputarlah film-nya…

Hampir sama dengan isi bukunya, maka film ini menceritakan penggalan jalan hidup 5 orang sahabat yang pernah berkuliah di kampus Ganesha (di film itu tidak pernah disebutkan dengan jelas ITB, tetapi selalu disebut dengan Institut Ganesha), yang diceritakan dalam bentuk flash back. Di awal ceritanya, empat sahabat itu akan melakukan tele conference dari gedung Medco/Apexindo Jl, Ampera Raya, dengan salah seorang sahabat lainnya yang berada di sebuah kuari batubara di Sawah Lunto. Dari sanalah, flashback dimulai dengan menceritakan satu persatu siapa karakter-karakter utamanya.

Sejak awal novel ini saya baca, saya sungguh sangat salut dengan rekan saya Wibi si penulis cerita yang dengan sangat tepat memilih lima karakter yang selalu ada di setiap angkatan di ITB. Karena Wibi ini angkatan 84, maka seingat saya setting di novel itu adalah karakter rekan-rekan angkatan 84 - Ingat….si Ria di film itu yang kemana-mana naik sepeda, saya jadi ingat istri sahabat saya Tito GL84: Ria TA84 - tetapi karena yang membuat film ini adalah angkatan 81, maka setting awal saat mereka mendaftarkan diri di BAP dibuat pada tahun 1981. Well… tidak mengapa, karena kelima karakter ini memang selalu dominan di setiap angkatan

Ada karakter si Jawa Trenggalek yang selalu nerimo dan rada kuper, si Batak yang selalu nampak agresif, si Arab Jawa Surabaya yang sikapnya setengah Jawa dan setengah Batak, si Jakarta yang selalu sok tahu dan flamboyan, si Sunda yang nampak polos, dan si Padang yang selalu penuh perhitungan. Lima karakter ini dimainkan dengan baik oleh para pemain utama-nya, apalagi di dukung pula oleh para pemeran pembantu senior : Ninik L Karim, Slamet Raharjo, Nurul Arifin dll., yang saya rasa tanpa perlu membaca skenario dengan seksama saja mereka sudah pasti bisa memerankan dengan baik, sebagai orang tua dan sebagai dosen.

Membuat novel yang menarik itu susah, tapi mem-filmkan novel yang menarik, jauh lebih susah. Apalagi fim ini diharapkan memiliki target yang lebih luas dibandingkan novelnya, yaitu menjangkau para penonton yang bukan alumni ITB, bahkan mungkin tidak pernah membayangkan kehidupan di ITB itu seperti apa. Ada banyak batasan-batasan dan kendala-kendala yang tentunya akan lebih banyak dihadapi oleh pembuat film-nya. Sehingga sorry to say… kadang-kadang terlihat agak dipaksakan, bahkan sejak dari bagian awalnya, seperti misalnya ketika lima sahabat ini dalam suasana informal sedang ketemuan untuk kangen-kangenan, tiba-tiba mereka mengangkat dan mengepalkan tangan sambil berucap “Salam Ganesha..!!” Rasanya, saya tidak pernah melakukan hal itu, kecuali lagi kampanye pemilihan Ketua IA…

Saya beruntung, sudah membaca novelnya dan sudah pula membaca surat-surat email dari Wibi, Suhono dan Sujiwo Tejo ketika film ini akan dirilis, sehingga saya sudah mengantisipasi sebelum menonton, bahwa akan ada banyak hal yang akan berusaha diceritakan Sujiwo Tejo dengan “cara lain”…. The Sujiwo Tejo way…., dan ternyata benar, karakter film-nya adalah karakter dalang Sujiwo Tejo banget, sehingga banyak hal-hal menarik di novel - ciri khasnya Wibi - yang tidak sempat muncul di film-nya. Apa itu….? Wibi itu style-nya popular yang gampang dicerna, sedangkan Sujiwo Tejo itu style-nya agak simbolis teatrikal, jadi…..? Sudahlah, baca saja novelnya dan tonton saja film-nya…

Membuat setting yang semirip mungkin dengan suasana tahun 80an memang bukan pekerjaan mudah, namun di film ini sudah diupayakan maksimal. Pembatas antrian di TPB dengan tali rafia, kuliah di ruangan Sipil, mobil Corolla DX merah, motor Honda C90, adalah contoh kecil yang tidak dilupakan untuk menggambarkan suasana tahun 80-an. Tetapi ada juga hal kecil yang terlewat, tetapi nampak agak mengganggu, misalnya bentuk spanduk demo yang nampak dibuat dari kain mori baru dan kata-katanya dibuat seadanya sehingga terasa kurang ITB…!, lalu si penyanyi di café yang make-upnya gaya tahun 2000-an, motif polo t-shirt pemainnya dan ada lagi beberapa hal kecil lainnya yang tampaknya agak terlupakan. Ninik L. Karim bermain sangat bagus sebagai ibunya si Slamet, tetapi di film itu sebagai orang Jawa yang dapurnya masih menggunakan kayu, kulit tangan dan kuku-nya kelihatan terlalu bersih…. Hehehe… gue detail banget yak…? Soalnya saat menonton semalam, kebetulan mbak Ninik yang tetap bersih dan cantik, duduk di sebelah gue… Suhono yang bermain sesaat sebagai ayah yang sedang ‘sekarat’ meskipun cuma “Ahh…. Uhh… Ahh.. Uhh…”, tapi pantas diacungi jempol. Kami tertawa lepas…., karena kami tahu, dia adalah Suhono, guru besar ITB yang biasanya selalu serius.

Saya menonton bersama-sama rekan-rekan alumni yang sebagian diantaranya belum membaca novel aslinya, dan pernyataan mereka typical “Kok ceritanya melompat-lompat, maksudnya apa sih…?” Yaa… mungkin menceritakan secara visual fragmentasi sebuah novel memang bukan pekerjaan mudah, tetapi lepas dari itu semua saya sangat menghargai usaha keras seluruh crew, pemain, tim dan pendukung yang terlibat dalam pembuatan film ini. Jadi saran saya kepada rekan-rekan yang belum menonton film ini : bacalah dulu novelnya, lalu tonton filmnya, dan lakukan apresiasi sendiri-sendiri sesuai jaman ketika kita pernah bersama-sama kuliah di kampus Ganesha 10. Kalau ada sedikit yang kurang pas di sana-sini yaa… mohon dimaklumi, karena sebagian tokoh utama yang membuat film adalah tukang insinyur...., bukan lulusan IKJ…. !

VH. Gadjahmada/AR84



 
  • 0
  • 1
  • 2
prev
next

Kedai 3 Nyonya @ downtown Jungleland

News image

  Teman-teman yth,Silahkan mencoba restaurant yang baru kami buka : Kedai 3 Nyonya @ downtown Jungleland, kawasan Sentul Nirwana, Sentul City (exit tol Jagorawi : Sentul Selatan)- Seat capacity 100 seats (maximum 170 seats)- Smoking / non smoking floor- Discount 10% sd December 2013 PS :Kami juga sedang mengusahakan fasilitas khusus free parking , VIP parking, dan harga khusus masuk ke Jungleland theme park (www.jungleland.co.id) pada saat weekdays, bagi para pengunjung Kedai 3 Nyonya. Apabila deal dengan manajemen Jungleland Themepark sudah terlaksana, ak...

Read more

Peresmian ITB84 Lounge

{qtube vid:=A3BGKjVLZSY w:=320 h:=267 b:=1 c1:=402061 c2:=9461ca ap:=1 rel:=0}

Read more

Lukisan Wisnu (SR84)

News image

Rekan kita Wisnu (SR84) akan melelang beberapa lukisan hasil karyanya @ Rp. 15.000.000,-. Penjualan lukisan ini akan digunakan untuk membiayai sekolah putranya. Apabila diantara rekan-rekan ada yang berminat untuk membeli karyanya tersebut, silahkan menghubungi Wisnu 022-92616959 Silahkan click lukisan di bawah ini untuk melihat ...

Read more
More in: gadjah1966
next
prev

Silahkan klik link Yahoo di atas untuk bergabung menjadi anggota milis ITB84

Info Penting

Silahkan Login ke Website

Untuk bisa mengakses DATABASE, LAPORAN KEUANGAN dan beberapa feature lainnya, silahkan login terlebih dahulu kedalam website untuk membuka MENU-nya. Bagi anda yang belum terdaftar di web, silahkan BUAT ACCOUNT dahulu. Hal ini perlu dilakukan untuk memberikan perlindungan data kita bersama. Bagi yang belum tahu caranya untuk register ke website, silahkan membaca sub menu FAQ di bawah menu HOME. Terima kasih.

Karena kami telah menambahkan sistem proteksi baru, maka bagi Alumni ITB84, silahkan membuat ACCOUNT BARU Account lama anda tidak lagi bisa digunakan. Mohon maaf atas ketidaknyamanan ini.

Who's Online

Now 7 guests online

ITB 84 Event Calendar

<<  April 2014  >>
 Mo  Tu  We  Th  Fr  Sa  Su 
   1  2  3  4  5  6
  7  8  910111213
14151617181920
21222324252627
282930    

Klik logo di atas untuk masuk ke website Piala Rektor ITB


JoomlaWatch Stats 1.2.8b_10-dev by Matej Koval
Notice: Undefined index: HTTP_A in /home/fitb84/public_html/itb84/templates/ja_purity/index.php(284) : runtime-created function(1) : runtime-created function on line 40