Forum ITB84

  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size
Home Rubrik Analisis Ekonomi & Keuangan Perusahaan Gas Negara (PGAS): Growth Investing Strategy

Perusahaan Gas Negara (PGAS): Growth Investing Strategy

E-mail Print PDF
User Rating: / 2
PoorBest 

Perusahaan Gas Negara (PGAS): Growth Investing Strategy

PERDANA WAHYU SANTOSA 
Chief Knowledge Officer CAPITAL PRICE
http://smartmarket.wordpress.com

Sebagian artikel ini pernah dimuat di BISNIS INDONESIA hal F4 dan menjadi materi Talk Show di PAS FM 92.4 Mhz pada Senin 2 Maret 2009

Profile Emiten

PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk tercatat di BEI dengan kode PGAS pada tanggal 1 Desember 2003, berada pada industri infrastruktur, utilitas dan transportasi, dengan sub sektor energi. Sebagai BUMN sahamnya 55,22% dimiliki negara, sisanya 44,78% dimiliki publik. Bisnis utamanya adalah distribusi dan transmisi gas bumi sampai kepada end user. PGAS mengoperasikan tiga jaringan pipa transmisi yaitu Grissik ke Duri (1998), Grissik ke Singapore (2003) dan Medan serta Jakarta-Bogor dengan total 1.015 km. Jaringan transmisi South Sumatra to West Java (SSWJ) yang baru selesai dibangun dengan panjang lebih dari 1000 km. Jaringan distribusi ini untuk mengirim natural gas dari lapangan ConocoPhillips di Grissik dan Pagardewa Sumatera Selatan ke Jawa Barat dan Jakarta sebagai pasar terbesar PGAS. Transmisi SSWJ ini akan meningkatkan economic value added yang tinggi bagi PGAS di masa depan.



PGN memfokuskan usahanya pada dsitribusi dan transmisi gas LNG, C. PGN menandatangani konrak jangka panjang dengan dengan pemasok dari sektor hulu, yang men-supply perusahaan dengan gas bumi secara teratur dan pada harga yang tetap, kemudian menyalurkannya pada pemakai akhir. Sekitar 97% pelanggan PGN adalah rumah tangga, sisanya komersial dan industri. Namun dalam segi volume industri menyerap sampai 98% dari total volume, sisanya 2% diserap rumah tangga dan komersial. Sebagian besar pendapatan PGN adalah dalam bentuk denominasi mata uang US$. Distribusi memberikan kontribusi sekitar 80% pendapatan PGAS yang mana 80% dalam US$. Disamping itu PGAS memonopoli bisnis distribusi dan trasmisi gas dalam skala nasional bersama anak perusahaannya dalam bentuk SBU.

Highlight 2003-2009

Saham PGAS sempat anjlok di pertengahan sampai akhir 2008 dengan harga terendah Rp 1.100 di akhir Oktober 2008, namun kemudian kembali mengalami pemulihan. Sampai dengan perdagangan 26/02/2009, saham PGAS ditutup di posisi Rp1930,-. Pada akhir Nopember 2007, saham PGAS berada pada level tertingginya dan ditutup dikisaran Rp 3.400,- dengan nilai transaksi hampir mencapai 1,4 triliun rupiah.

Sepanjang tahun 2003-2007, PGAS mampu meningkatkan sales dengan rata-rata pertumbuhan per tahun (CAGR) sebesar 22,80%. Profitabilitas perusahaan juga meningkat dengan CAGR 30,51% untuk operating profit dan 7,11% untuk net income. Perusahaan membukukan CAGR assets dan equity masing-masing sebesar 22,92% dan 28,67%.

Sales and Profit

Tahun 2002 – 2007 nilai penjualan perusahaan selalu meningkat, seiring dengan meningkatnya permintaan pasokan gas nasional. Namun net profit margin (NPM) terbesar di capai pada tahun 2002, ketika perusahaan belum melakukan listing di pasar modal, dan turun cukup jauh di tahun listing. NPM mewakili tingkat efektivitas perusahaan dalam mengelola biaya-biaya untuk mengkonversi sales menjadi laba aktual. Namun seiring waktu NPM perusahaan terus meningkat, kendati kembali mengalami penurunan di tahun 2007.

Kinerja keuangan perusahaan hingga kuartal III 2008 ditandai dengan pertumbuhan sales sebesar 47,22% dibandingkan pada kuartal III 2007. Profitabilitas perusahaan juga meningkat; operating profit bertumbuh sebesar 62,67% dan net income bertumbuh sebesar 56,80%.

Sumber: CAPITAL PRICE (2009)

Nilai sales perusahaan telah melebihi sales akhir tahun 2007 (1,02 kali). Peningkatan pendapatan perusahaan disebabkan karena proyek transmisi South Sumatra to West Java (SSWJ) telah rampung sejak 23 September 2008. Peningkatan kinerja perusahaan akan dipicu oleh pertumbuhan usaha transmisi gas bumi.

MVA dan Market Risk

Kinerja saham perusahaan memiliki kecenderungan meningkat sepanjang April 2005-April 2008, ditunjukkan dengan peningkatanshareholder market value added (MVA) terhadap equity book value (BV) dari 239,30% menjadi 880,24%, dengan fluktuasi antara April 2006-April 2008 di kisaran 700%-900%. MVA/BV adalah selisih antara harga saham (market value) perusahaan dengan nilai buku ekuitas (book value). Nilai MVA/BV yang positif memberikan indikasi PGAS telah memberikan nilai tambah terhadap nilai buku ekuitasnya. Makin tinggi nilai MVA makin baik.

Sumber: CAPITAL PRICE (2009)

Selama April 2006-April 2008, market risk saham perusahaan, bergerak dalam range 0.6-1.7, dengan nilai risiko tertinggi di alami di April 2007. Market risk (Beta) menggambarkan risiko yang terkait dengan pergerakan pasar, atau risiko sistematis (systematic risk). Market risk yang bernilai lebih dari 1 mengindikasikan harga saham perusahaan berfluktuasi lebih besar dibandingkan fluktuasi pasar.

Market Perception Map

Sebagai ukuran kinerja perusahaan, market capitalization merefleksikan persepsi pasar terhadap kinerja saat ini (current performance-CP) dan ekspektasi masa depan (future expectation) terhadap potensi pertumbuhannya. Market perceptionmerupakan konsensus pasar sebagai hasil analisis para investor terhadap kinerja emiten saat ini dan peluang bisnis di masa depan yang berpotensi besar dalam pembentukan dan pergerakan harga saham.

Tim riset CAPITAL PRICE meng-‘kuantifikasi’ persepsi pasar yang sebelumnya kualitatif tersebut menjadi sebuah market perception map yang mudah dipahami. Growth value map (metric) versi CAPITAL PRICE adalah diagnostic tool yang dapat digunakan untuk menilai urgensi strategis perusahaan dalam penciptaan nilai. Metrik ini membandingkan (benchmarking) kinerja perusahaan dengan pasar yang spesifik (82 emiten pilihan), melalui tiga dimensi: kinerja keseluruhan (diukur dengan M/B value), profitabilitas, dan pertumbuhan.

Sumber: CAPITAL PRICE (2009)

CAPITAL PRICE menemukan bahwa, sejak tahun 2005, ekspektasi pasar terhadap profitabilitas perusahaan jangka pendek (Current Performance) dan ekspektasi pasar terhadap prospek pertumbuhan perusahaan di masa depan (Future Growth Opportunity) berada di atas rata-rata perusahaan lainnya. Artinya pasar menganggap perusahaan memiliki kinerja yang baik dan prospek masa depan yang lebih menjanjikan, di atas rata-rata perusahaan lainnya. Berdasarkan analisis persepsi pasar, CAPITAL PRICE menilai emiten PGAS memiliki predikat Excellent Value Manager yang sangat baik jauh di atas rata-rata pasar.

Hal ini disebabkan karena beberapa hal, seperti harga gas stabil kerena tidak dipengaruhi harga minyak mentah dunia, memonopoli pasar yang besar, BUMN, dan pendapatan dalam US$ serta kualitas manajemen yang semakin baik.

Prospek Bisnis/Business Outlook

Potensi permintaan gas melalui transmisi dan distribusi untuk beberapa tahun ke depan akan mengalami kenaikan, walaupun di perkirakan permintaan gas dari PLN sebagai salah satu pelanggan perusahaan akan turun di tahun 2010. Bahkan di perkirakan pada tahun 2010 permintaan pasokan gas akan lebih besar dari kepasitas perusahaan, dengan defisit kira-kira 81 MMSCFD.

Pelanggan PGAS yang terbagi menjadi 3 (tiga) kategori: 1. household customer, 2. commercial customer dan 3. industrialdiestimasi akan terus meningkat konsumsinya sebesar 9-10% pertahun. Disamping itu, kualitas manajemen SBU dalam 3 (tiga) area operasional juga terus dibenahi agar ekspansi dan penetrasi pasar dapat lebih efektif dan efisien lagi.

Pada tahun 2011 perusahaan akan mulai mengoperasikan pilot projek pembangunan stasiun induk gas Compressed Natural Gas (CNG). Proyek ini diharapkan menjadi alternatif distribusi pasokan gas PLN di luar distribusi pipa. CNG merupakan natural gas yang diberi tekanan tinggi dan di distribusikan melalui hard container. Teknologi ini dapat mereduksi volume gas hingga 99% sehingga lebih ekonomis, clean burning, sekaligus sebagai energi substitusi untuk BBM konvensional.

Produk lain yang sedang dikembangkan adalah Coal Bed Methane (CBM) yang merupakan bentuk gas alam yang berada (trapped) di dalam batubara. Cadangan CBM di Indonesia cukup besar, diestimasi sekitar 450 TCF terutama di Sumatera Selatan dan Kalimantan Timur. Direncanakan, CBM ini termasuk dalam bagian The Indonesian Integrated Gas Transmission and Distribution System-IIGTDS.

Secara umum PGAS sebagai BUMN yang bergerak di sektor yang sangat strategis telah memperlihatkan kinerja yang baik dan pasar melihat prospek perusahaan ini dengan antusias. Kebutuhan pasokan gas yang terus meningkat, dan ketidak tergantungan pada harga minyak dunia, akan membuat perusahaan ini terus tumbuh dan meningkatkan kapabilitas serta profitabilitasnya di masa mendatang.

Disusun bersama ALI MURTADO, MSM (Financial Research Analyst-CAPITAL PRICE)



Powered by ITB84@Facebook Comments
Last Updated on Friday, 03 April 2009 06:59  

Silahkan klik link Yahoo di atas untuk bergabung menjadi anggota milis ITB84

Info Penting

Silahkan Login ke Website

Untuk bisa mengakses DATABASE, LAPORAN KEUANGAN dan beberapa feature lainnya, silahkan login terlebih dahulu kedalam website untuk membuka MENU-nya. Bagi anda yang belum terdaftar di web, silahkan BUAT ACCOUNT dahulu. Hal ini perlu dilakukan untuk memberikan perlindungan data kita bersama. Bagi yang belum tahu caranya untuk register ke website, silahkan membaca sub menu FAQ di bawah menu HOME. Terima kasih.

Karena kami telah menambahkan sistem proteksi baru, maka bagi Alumni ITB84, silahkan membuat ACCOUNT BARU Account lama anda tidak lagi bisa digunakan. Mohon maaf atas ketidaknyamanan ini.

Who's Online

Now 2 guests online

ITB 84 Event Calendar

<<  September 2010  >>
 Mo  Tu  We  Th  Fr  Sa  Su 
    1  2  3  4  5
  6  7  8  9101112
13141516171819
20212223242526
27282930   

Klik logo di atas untuk masuk ke website Piala Rektor ITB


JoomlaWatch Stats 1.2.8b_10-dev by Matej Koval