Golfing with my "Old Buddies"
Tuesday, 05 January 2010 17:55
 Hari-hari pertama di awal tahun ini adalah saat-saat yang menyenangkan. Pertama, karena saya rasanya seperti habis di-recharge batterey-nya, setelah punya waktu luang yang cukup banyak saat libur di akhir tahun, untuk selalu bersama-sama my beloved family. Kedua, sesaat sebelum liburan akhir tahun, saya selalu melihat presentasi yang menyajikan optimisme market dan bisnis di Indonesia di tahun 2010. Ketiga, karena minggu pertama saat harus mulai berkantor lagi ternyata belum terlalu sibuk-sibuk amat, sehingga bisa ke kantor sambil ‘bermain golf’ hampir setiap hari….. Hari ini adalah hari kedua saya ke lapangan golf, my first day in 2010 was at Damai Indah Course. Kali ini rekan pairing saya adalah my old buddies yang kebetulan juga, tiga diantaranya adalah team AR ITB. Memang, seperti komitmen kami (saya, Pak Boedi, dan Mas Amrie), hari Selasa adalah hari yang khusus kita sediakan untuk bermain bersama-sama team AR ITB. Harapannya, anggota team golf alumni AR ITB ini bisa bertambah banyak yang bisa bergabung. Jadi, kalau ada rekan-rekan alumni AR ITB yang mau join, atau mau nge-test kekuatan alumni AR ITB, silahkan meluangkan waktu di hari Selasa yaa...
Read more...
Leo dan Umahseni
Sunday, 27 December 2009 13:12
Awal tahun yang lalu, saat sebelum Reuni Perak ITB84, saya sempat berdiskusi panjang dengan salah satu rekan saya AR84, Leo Silitonga. Topiknya adalah, bagaimana mencari dana untuk ITB84 dan bagaimana mengangkat potensi para seniman alumni ITB. Leo ini adalah salah satu teman saya yang memiliki background cukup unilk. Dia belajar arsitektur sampai selesai, namun tidak pernah menjadi arsitek, justru berkarier di perbankan dan akhirnya mantap di industri keuangan. Di tengah hingar bingar goreng menggoreng saham, Leo justru menekuni bidang seni, dan mempelajari 'goreng menggoreng' harga lukisan. Keahliannya adalah berinvestasi di lukisan seharga Rp. 50 juta hari ini, yang akan bernilai Rp. 1 Mlyar setahun berikutnya. Lebih gila dari harga saham kan..?
Kembali ke diskusi kami semula, waktu itu Leo menceritakan impian dan idealismenya untuk mengangkat potensi seniman Bandung (baca alumni SR ITB). Dia mengatakan bahwa di era art booming ini, masih sedikit sekali potensi alumni muda ITB yang terangkat. Kita kalah jauh dengan seniman-seniman dari Jogja dan Bali, karena masih relatif sedikit promotor' yang mau melirik potensi alumni ITB. Diskusi kami hanya berhenti sebatas dskusi, namun ternyata Leo tidak berhenti mewujudkan mimpinya. Akhirnya kira-kira 9 bulan kemudian, tepatnya sekitar November 2009, saya menerima undangan pembukaan galeri seninya, Umahseni, di daerah Menteng, yang semula adalah rumah orang tuanya, namun kini sudah disulap menjadi sebuah art space yang nyaman. Pembukaan galeri ini, juga dilaksanakan bersamaan dengan pameran tunggal karya Irwan Bagja Dermawan (Iweng), seorang alumni SR ITB 90. Dan bahkan, para kurator-nya pun adalah kurator internasional yang kebetulan juga adalah para alumni SR ITB, rekan Enin Supriyanto (SR84) dan rekan Agung Hujatnikajenong (SR90).
Last Updated on Sunday, 27 December 2009 14:46
Read more...
|
LIBERTAS - Ananda Sukarlan , 2010 Jakarta New Years Concert
Monday, 04 January 2010 00:54
Menonton pertunjukkan musik, apapun jenis musiknya, adalah salah satu kegiatan yang selalu menarik perhatian saya. Kali ini adalah kesempatan untuk menikmati pertunjukkan konser musik klasik yang dimainkan oleh Ananda Sukarlan, yang bertajuk : LIBERTAS - Ananda Sukarlan , 2010 Jakarta New Years Concert, yang diselenggarakan di Taman Ismail Marzuki, pada hari Minggu 3 Januari 2010, dalam dua kali pertunjukkan yang dimulai jam 15.00- 17.00 dan jam 20.00 – 22.00. Ada dua hal mengapa saya antusias menikmati suguhan musik ini. Pertama, karena memang acara ini adalah acara rutin yang diselenggarakan oleh Yayasan Musik Sastera, yang kebetulan my beloved wife, Chiwy (AR84) menjadi salah satu Ketuanya, kedua karena dalam pentas kali ini Alumni PSM ITB (ITB Choir) juga menjadi salah satu pengisi acaranya. Kedua alasan itulah yang menyebabkan, datang ke acara ini seperti menjadi sebuah 'kewajiban' bagi saya.
Repertoire ini terbagi dalam 2 bagian utama. Bagian 1 terdiri atas : Rhapsodia Nusantara No. 1, Rhapsodia Nusantara No. 5 dan Bibirku Bersujud di Bibirmu dan bagian 2 : LIBERTAS.
Last Updated on Monday, 04 January 2010 21:31
Read more...
Cockpit Band & guest star
Tuesday, 29 December 2009 14:09
Undangan untuk menonton konser 'a tribute to Genesis' adalah ajakan yang tidak pernah bisa saya tolak. Namun, kali ini agak lain, karena konser Cockpit kali ini akan dilaksanakan pada hari Senin 28 Desember 2009 di Kamasutra, Crowne Plaza Hotel. Hari-hari terakhir di akhir tahun begini, sebenarnya saya lebih suka untuk berkumpul bersama keluarga. Namun, pikiran saya tiba-tiba berubah, ketika sahabat saya Bubi (TA84) memberitahukan bahwa ia akan bermain keyboard sebagai bintang tamu dalam konser tersebut. Akhirnya, dengan segera saya mengumpulkan pasukan Genesis freaks untuk bersama-sama menonton, dan me-reserved tempat favourite kami di Kamasutra.
Kami menonton berenam: saya, Chiwy, Tuti, Rully, Nana dan suaminya. Kami tiba disana jam 20.30, karena sesuai rencana, show akan dimulai jam 21.00. Tetapi ternyata acara molor dari jam yang dijadwalkan. Karena dari kantor kami memang belum makan malam, maka kami habiskan waktu menunggu dimulainya show dengan makan malam di Cafe Beranda. Tepat jam 22.00, saya di sms, bahwa show akan dimulai, dan kami kembali turun ke Kamasutra.
Lagu pembukanya yang dibawakan Cockpit malam itu adalah Dodo Luker, dan dilanjutkan dengan Abacab, lalu berturut-turut beberapa lagu yang berganti-ganti dari album baru ke album lama. Saya belum merasa 'panas', sehingga tangan saya masih rapi terpaku di atas meja. Namun begitu intro One for the Vine dilantunkan, maka adrenalin mulai merayap naik. Apalagi ketika medley In The Cage juga dimainkan, maka tak pelak lagi tangan saya langsung refleks bergerak memberi semangat kepada Yaya Muktio untuk tetap semangat menggebuk drum-nya. Dilanjutkan lagi dengan beberapa lagu 'baru' yang sedikit nge pop, dan diakhiri dengan lagu panjang Supper's Ready, yang memakan waktu hampir 20 menit, yang membuat para wanita terkantuk-kantuk. Luar biasa...., permainan Cockpit yang sangat hampir tanpa cela ini membuat Bubi nampak agak stress..., dan saya juga ikut stress.... membayangkan Bubi harus bermain tanpa dibantu sang Macintosh....!
Last Updated on Tuesday, 29 December 2009 19:14
Read more...
|